Custom Rom All Device

Rabu, 14 Juni 2017

Kofera, Startup asal Indonesia, Dapat Kucuran Dana MDI Ventures

Tekno, Jakarta - Kofera Technology, Rudiantara Ungkap Tantangan Startup di Indonesia

CEO Kofera Technology, Bachtiar Rifai, mengklaim Kofera merupakan startup asal Indonesia pertama yang menyediakan software as service (SaaS) platform otomasi marketing berbasis artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan dan machine learning. "Dengan begitu, kinerja perhitungan akan lebih efisien dan efektif," kata dia melalui aplikasi pesan WhatsApp kepada Tempo, Rabu, 14 Juni 2017.

Bachtiar mengatakan, saat ini sudah ada 5.000 akun dari berbagai jenis model bisnis yang terdaftar di Kofera. Pendanaan Pra-Seri A ini, kata dia, sangat membantu dalam pengembangan produk, riset, dan ekspansi pasar.

Menurut Bachtiar, meningkatnya kebutuhan digital marketing perusahaan di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah sumber daya manusia. Kelangkaan talenta di industri digital mengakibatkan lonjakan biaya untuk merekrut tim yang ideal.

Baca: Program Visa Kanada Beri Peluang Tinggal Permanen Startup IT

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan digital marketing juga terlihat dari pengeluaran digital advertising pada 2015 yang mencapai US$ 200 juta. Menurut penelitian Google Temasek, Angka tersebut diprediksi melonjak mencapai US$ 2,7 milliar pada 2025.

Dengan kata lain, Bachtiar mengatakan, pengeluaran biaya digital advertising pada 2017 diperkirakan meningkat mencapai US$ 507 juta. "Kofera hadir untuk menutup jurang antara kebutuhan digital marketing yang tinggi dan kelangkaan sumber daya manusia. Platform kami bisa membantu itu," kata dia.

Baca: Startup Unibraw Jadi Semifinalis Kompetisi Mountain View

Kofera menawarkan empat modul fundamental. Di antaranya, yaitu Campaign Builder, Optimizer, Monitoring dan Analytics. Keempatnya terintegrasi dengan digital channel yang meliputi search, display, remarketing, dan social media.

Platform Kofera, Bachtiar menjelaskan, telah dioptimalkan secara bervariasi untuk mencapai tujuan digital marketing campaign masing-masing perusahaan dengan berbagai latar belakang industri, skala perusahaan, dan target pelanggan yang disasar. Untuk klien startup dan Usaha Kecil Menengah (UKM), misalnya, Kofera menghitung kemungkinan biaya dan operasi lainnya saat ingin beriklan.

AMRI MAHBUB


0 komentar:

Posting Komentar