Custom Rom All Device

Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juni 2017

Kolom Ramadan: Dakwah Nabi

Kolom Ramadan: Dakwah Nabi

Ramadan
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Islam yang datang ke bumi Nusantara adalah Islam yang ramah dan merangkul budaya. Islam yang kompromistis dengan jalan merangkul kebudayaan dan kearifan lokal yang sebelumnya sudah mapan sebagai sebuah tradisi, bahkan peradaban. Inilah nilai lebih yang dimiliki para penyebar Islam di bumi Nusantara. Mereka memiliki kecerdasan akal sekaligus kecerdasan dakwah. Kecerdasan dakwah yang diwarisi dari Nabi Muhammad SAW dalam khazanah kitab klasik disebut dengan fiqhud dakwah.

Fiqhud dakwah adalah serangkaian ilmu yang dijadikan peranti untuk mengambil keputusan dan langkah dalam berdakwah. Dengan pemahaman fiqhud dakwah yang mumpuni, seorang dai diandaikan akan memahami peta, corak, dan karakter masyarakat yang akan didakwahi.

Buah dari penguasaan fiqhud dakwah adalah produk dakwah yang menampakkan wajah Islam rahmatan lil ãlamin. Islam yang menebarkan kasih sayang terhadap seru sekalian alam, bukan hanya kepada sesama manusia. Contoh klasiknya, dalam diktum kitab-kitab fikih disebutkan bahwa makruh hukumnya buang air kecil di lubang-lubang yang terdapat di tanah karena mungkin lobang tersebut merupakan sarang binatang. Contoh sederhana itu merupakan bukti bahwa Islam sangat peduli kepada semua makhluk.

Sayangnya tidak semua pendakwah memahami fiqhud dakwah dengan baik. Mereka cenderung tidak menghayati gradasi atau tingkatan dakwah sebagaimana tertera dalam surat An-Nahl: 125. Ud’u ila sabÄ«li rabbika bil hikmah wal mauidzatil hasanah wajãdilhum billati hia ahsan. Ada tiga tingkatan dalam berdakwah. Pertama adalah dengan hikmah atau kebijaksanaan. Hikmah ini dimensinya sangat luas. Allah berfirman: Yu’til hikmah man yasya’, wa man yutal hikmah faqad Å«tiya khairan katsÄ«r. Hikmah itu diberikan kepada siapa yang dikehendaki (oleh Allah), barangsiapa yang mendapatkan hikmah itu maka akan diberikan kebaikan yang lebih banyak. Hikmah sifatnya universal, dan untuk itu dijadikan gradasi pertama dalam berdakwah.

Kedua, bilmauidzatil hasanah, yakni dengan menggunakan nasihat yang bagus dan harus disampaikan dengan cara-cara yang baik. Dimensi ini mencakup dua hal, yakni materi dakwah serta teknik atau strategi dalam menyampaikan dakwah.

Ketiga, ini tingkat yang paling akhir yang diambil jika gradasi pertama dan kedua tidak berhasil, yakni mendebat orang yang didakwahi. Ini pun dengan catatan harus dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Diceritakan suatu ketika ada seorang lelaki datang ke kediaman Kiai Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang. Lelaki itu mengutarakan niatnya untuk berkurban, namun ia hanya memiliki satu ekor sapi, sementara jumlah keluarganya ada delapan orang, termasuk di dalamnya seorang berusia tujuh tahun. Kiai Bisri yang terkenal lugas berfikih menjawab dengan tegas bahwa jatah kurban menggunakan seekor sapi hanya untuk tujuh orang.

Selanjutnya, dengan bersusah hati lelaki itu pergi ke kediaman Kiai Wahab Hasbullah di Tambak Beras, Jombang. Ia utarakan persis persoalannya. Mendapati hal itu, Kiai Wahab memberikan jawaban yang menggembirakan. “Kamu dan keluargamu tetap boleh berkurban. Tapi, karena kamu punya anak kecil, biar dia kelak di surga bisa bergabung dan naik sapi bersama keluargamu yang lain, maka sediakan satu ekor kambing biar dipakai tangga pijakan kelak di surga.”

Kisah di atas adalah gambaran bahwa fiqhud dakwah itu sangatlah penting. Ajaran yang baik harus disampaikan dengan cara-cara yang baik pula.

***

Ini Aneka Kurma dari Tunisia Hingga California

Ini Aneka Kurma dari Tunisia Hingga California

Ramadan, Jakarta - Kurma jadi santapan wajib yang ada di setiap meja makan selama Ramadan. 

Buah lonjong berwarna cokelat kehitaman ini dipasok tak hanya dari Timur Tengah, tapi juga Afrika bahkan Amerika Serikat.


 


ANTARA News menghimpun informasi mengenai aneka kurma lengkap dengan kelebihannya.


 


Kurma Madu


Sesuai namanya, kurma madu yang berasal dari Iran ini punya rasa legit yang bisa jadi sumber energi saat berbuka puasa. Seakan diselimuti madu, kurma ini terlihat sedikit berminyak. Menurut Heri, salah satu pedagang di Thamrin City, kurma madu punya rasa paling manis dan digemari orang-orang Indonesia.


 


Kurma Medjool


Kurma yang satu ini didatangkan dari California, Amerika Serikat.  Kurma medjool berukuran paling besar dibandingkan jenis kurma lain.


 


 


Kurma Tunisia


Bentuknya lebih ramping dan warnanya lebih muda. Kurma asal Tunisia tidak terlalu manis, rasanya mirip dengan kurma yang masih muda dan belum benar-benar matang.


 


Kurma Ajwa


Buah yang dijuluki kurma nabi ini populer karena mengandung banyak khasiat, bisa menyembuhkan segala penyakit. Bentuknya yang lebih mungil dengan warna kehitaman membuat kurma ajwa lebih mudah dikenali.


 


Kurma Sukari


Kurma sukari dari Mesir ini punya rasa manis seperti susu.


 


Menurut para pedagang, pilihlah kurma yang terlihat paling segar. Bila tidak ingin makan yang sudah terlalu matang, sebaiknya cari kurma dengan warna cokelat, bukan kehitaman. Sebab, semakin tua warnanya, artinya kurma semakin matang.


 


ANTARA

Antisipasi Bencana di Jalur Mudik, Dishub Jawa Barat Siapkan...

Antisipasi Bencana di Jalur Mudik, Dishub Jawa Barat Siapkan...

Ramadan, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mengantisipasi kejadian bencana alam di sepanjang jalur mudik utara, tengah, dan selatan Jawa Barat.

"Kita tahu bahwa jalur Selatan dan Tengah Jawa Barat itu rawan bencana dan itu semua sudah kami antisipasi. Memang untuk rute rawan bencana setiap tahun hampir sama," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik ketika dihubungi melalui telepon, Rabu, 14 Juni 2017.

Menurut dia sejumlah jalur mudik yang rawan bencana berada di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, kawasan Puncak, dan kawasan Garut. Untuk mengantisipasi bencana alam di jalur mudik, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Jawa Barat.

Oleh karena itu pihaknya akan menyiapkan sejumlah alat berat untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor di sepanjang jalur mudik yang ada di Jawa Barat. "Tentunya kita akan siagakan alat berat seperti eskavator, mobil derek, dan lain-lain di jalur rawan bencana seperti tanah longsor," kata dia.

Selain itu, lanjut Dedi, khusus untuk kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, pihaknya menyiapkan pompa air, guna mengantisipasi terjadinya banjir di kawasan tersebut yang sering menghambat arus kendaraan.

"Rancaekek, Kahatex (di depan Pabrik Kahatex Jalan Raya Rancaekek KM 23) kita siapkan pompa air. Jadi kami siaga penuh dari H-7 hingga H+7 Lebaran untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya," kata Dedi.

ANTARA

Presiden dan Wakil Presiden Menunaikan Zakat di Istana Negara

Presiden dan Wakil Presiden Menunaikan Zakat di Istana Negara

Ramadan, Jakarta --Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla menunaikan pembayaran zakat
penghasilan sebesar Rp 45 juta. Menurut Ketua Baznas Bambang Sudibyo pembayaran itu naik dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu Rp 40 juta," kata dia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca: Baznas Sebut Potensi Zakat Nasional Rp 271 Triliun

Menurut Bambang total zakat yang terkumpul dari para muzaki (pembayar zakat) di Istana Negara lebih dari Rp 1 miliar.  Beberapa menteri Kabinet Kerja yang nampak hadir membayar zakat di Istana Negara diantaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Selain itu juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Jaksa Agung HM Prasetyo.

Bambang menambahkan pembayaran zakat oleh presiden serentak diikuti juga oleh 13 kepala daerah. Beberapa diantaranya ialah Gubernur Jawa Barat, Banten, Lampung, Jambi, dan Sumatera Barat.

Simak: Djarot Kritik Bazis DKI yang Umumkan Besaran Zakat Pejabat

Bambang menuturkan pada 2016 Baznas sukses mengumpulkan zakat, infaq, dan sedekah sebesar Rp 5,017 triliun. Jumlah itu naik 37 persen dibanding 2015 yang sebesar Rp 3,65 triliun. Dalam pendistribusiannya, Baznas mengacu kepada syariah dan diselaraskan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dari United Nations Development Programme (UNDP).

Baznas , ujar Bambang,  juga menyalurkan zakat  ke suku-suku yang ada di pedalaman, seperti Baduy, Suku Anak Dalam, Bajo, Dayak Iban, dan Mentawai. "Kami bertekad menggelorakan gerakan zakat dalam semua aspek," ucapnya.

ADITYA BUDIMAN

Selasa, 13 Juni 2017

Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor

Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor

Ramadan, Tuban - Bagi kaum muslim Kota Tuban, Jawa Timur, coba sisihkan waktu untuk mencicipi santapan takjil di Masjid Al-Mudhor, Jalan Pemuda. Takjilnya bernama bubur Mudhor. Bubur beraroma gulai kambing dan rempah khas Timur Tengah itu bisa diperoleh secara gratis selama Ramadan.

Takmir Masjid Al-Mudhor, Agil Bunumay, mengungkapkan bubur Mudhor merupakan hidangan istimewa yang dinanti-nanti warga di sekitar Masjid Al-Mudhor. Saban Ramadan, penduduk yang tinggal di sekitar perkampungan Arab tersebut antre untuk memperoleh bubur berwarna cokelat kekuningan itu.

Sebagaimana bubur pada umumnya, kata Agil, bahan baku utama bubur Mudhor ialah beras. “Yang membedakan, bubur Mudhor diberi campuran rempah-rempah pilihan khas masakan Timur Tengah,” ujarnya kepada Tempo, Jumat lalu.

Agil menjelaskan, bubur Mudhor dimasak dengan cara tradisional di dandang besar terbuat dari kuningan, bergaris tengah satu meter dengan tinggi sekitar 1,3 meter. Selama dimasak, bahan-bahan bubur, seperti beras, kelapa, rempah-rempah, dan daging cincang, terus diaduk oleh pengurus Masjid Al-Mudhor secara bergantian. Pengurus masjid biasanya mulai memasak bubur setelah zuhur dan selesai saat asar, sekitar dua jam lamanya.

Dalam sehari, Masjid Al-Mudhor menyediakan 30 kilogram beras, belasan butir kelapa, campuran rempah-rempah, dan lima kilogram daging kambing cincang. Dengan bahan-bahan itu, bubur Mudhor cukup untuk dimakan sekitar 170 orang.

Bubur Mudhor baru akan dibagikan kepada jemaah masjid tepat pukul 16.45. “Mesti tepat waktu,” tutur Agil.

Antrean panjang untuk memperoleh bubur Mudhor bisa dijumpai menjelang magrib di halaman Masjid Al-Mudhor. Warga setempat yang antre membawa piring, mangkuk, panci, hingga rantang yang dibawa dari rumah untuk tempat bubur.

Pengurus Masjid Al-Mudhor juga mengatur tempat antrean agar tertib. Di halaman masjid yang dibangun pada 1937 itu tertera tulisan “antrean untuk wanita dan pria”. Antrean laki-laki dan perempuan dipisahkan oleh sebuah besi pembatas. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, polisi ikut mengawasi pembagian bubur Mudhor.

Bukan hanya warga Kota Tuban yang menikmati bubur Mudhor. Kelezatannya tak jarang membuat warga Bojonegoro, Lamongan, bahkan Rembang, Jawa Tengah, ikut antre demi mendapatkan bubur tersebut. Mereka yang datang dari luar kota punya jadwal tersendiri untuk menikmati bubur Mudhor.

Salah satu penikmat bubur Mudhor, Sukiswanto, mengatakan paling tidak sekali selama Ramadan dia datang ke Masjid Al-Mudhor. Warga Bojonegoro itu rela melakukan perjalanan antarkota dan antre demi mendapatkan bubur Mudhor. “Bubur Mudhor punya cita rasa tersendiri. Terutama campuran rempah dan daging kambingnya,” ujar pria berusia 51 tahun itu.

Sukiswanto menambahkan, suasana Ramadan sangat terasa di Masjid Al-Mudhor. Orang kaya dan miskin sama-sama antre demi memperoleh bubur Mudhor. ”Inilah nikmat Ramadan,” katanya.

SUJATMIKO

Kolom Ramadan: Al-Quran, Bukan Kitab Teror

Kolom Ramadan: Al-Quran, Bukan Kitab Teror

Ramadan
Anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah
 
Tak terasa, jalannya Ramadan sudah menginjak malam Nuzulul Quran. Al-Quran, kitab suci umat Islam, turun pada bulan Ramadan. Karena itulah, antara lain, Ramadan menjadi begitu istimewa. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, rahmat semesta alam, merupakan pesan sangat penting Al-Quran.

Bagi umat Islam, Al-Quran itu petunjuk, panduan hidup. Mengenai hal ini, saya ingat ceramah umum bagi para mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang pada awal dekade 1990-an yang disampaikan dosen agama Islam, Suyoto, yang sekarang Bupati Bojonegoro, bahwa, “Al-Quran itu untuk orang hidup, bukan untuk yang sudah mati!”

Maksudnya, Al-Quran adalah petunjuk hidup. Dia lantas memberikan ilustrasi-ilustrasi yang intinya mengarah pada pesan penting, bahwa Al-Quran harus dipahami dan diamalkan oleh umat Islam dalam hidup di dunia. Al-Quran merupakan kitab yang penuh pesan atau nilai moral yang tidak hanya berimplikasi pada internal umat Islam, melainkan seluruh umat manusia.

Al-Quran sarat dengan pesan kemanusiaan dan perdamaian. Di dalamnya tak hanya terkandung pemahaman terhadap realitas pluralisme umat manusia (QS 49:53), tapi juga pesan-pesan kemanusiaan yang paripurna. Al-Quran pun mengajarkan penghargaan dan perawatan kehidupan. Hal itu ditegaskan, “Barangsiapa menyelamatkan satu jiwa (nyawa satu orang), maka ia seolah telah menyelamatkan jiwa (nyawa) semua orang” (QS. 5:32).

Ayat tersebut pernah disitir KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ketika masih menjabat presiden, untuk merespons realitas konflik yang keras di sejumlah daerah di Indonesia. Ayat yang mengajarkan agar kita menghargai, bahkan senantiasa berikhtiar menyelamatkan nyawa orang lain tersebut, tentulah bertentangan dengan aksi-aksi kekerasan dan teror yang menyebabkan hilangnya nyawa banyak orang.
 
Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Seyogianya, dimensi akhlaklah yang harus kita utamakan. Tidak ada orang baik kecuali kemanfaatannya (rahmat) bagi yang lain, tidak hanya manusia, tapi juga makhluk Allah lainnya.

Bahkan, sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadis Nabi, seseorang yang berupaya mencarikan air bagi seekor anjing yang nyaris mati kehausan memperoleh pahala yang tiada terkira.

Memelihara kehidupan, menebarkan salam, kedamaian, merupakan sesuatu yang otomatis, mengingat salam selalu diucapkan sebagai penutup salat. Pribadi muslim yang baik tentu memahami bahwa dirinya senantiasa mengemban misi kedamaian, bukan kerusakan. Dalam konteks inilah harus selalu dikedepankan obyektivikasi terkait dengan ragam fenomena yang bertentangan dengan ajaran Al-Quran. Misalnya, dewasa ini sering mengemuka penilaian tergesa-gesa dan tidak obyektif atas tindakan terorisme yang seolah-olah berpangkal pada ajaran Al-Quran. Terutama setelah peristiwa 9 Oktober 2001, banyak orang penasaran terhadap Al-Quran, sehingga membuat kitab ini dicari-cari. Banyak yang menduga Al-Quran adalah kitab teror. Tapi dugaan mereka keliru.

Al-Quran tidak mengajarkan teror, melainkan justru sebaliknya, menghargai kehidupan dan kedamaian, rahmat semesta alam. Yang melakukan teror itu adalah orang-orang yang membajak agama untuk kepentingan politik.

***

Senin, 12 Juni 2017

Jelang Lebaran, BRTI Gelar 4 Pengujian Jaringan Telekomunikasi

Jelang Lebaran, BRTI Gelar 4 Pengujian Jaringan Telekomunikasi

Ramadan, Makassar -- Badan Regulasi Telekomumikasi Indonesia (BRTI) akan melakukan empat hal dalam pengujian jaringan telekomunikasi seluler menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Pengujian jaringan telekomunikasi seluler ini seperti uji kualitas layanan telepon, uji kualitas layanan pesan pendek, uji kualitas layanan mobile internet dan uji kualitas cakupan mobilitas.

Baca: BRTI: Jaringan Seluler Siap Layani Arus Mudik dan Arus Balik

"Pengujian kesiapan jaringan operator telekomunikasi di Makassar dilakukan menggunakan metode static test," kata Komisioner BRTI, Muhammad Imam Nashiruddin, saat jumpa pers di Makassar, Senin 12 Juni 2017.

Menurut Nashiruddin, Makassar diperkirakan akan menjadi salah satu titik utama kedatangan mudik nasional. Karena cukup banyak masyarakat Makassar yang tinggal di Jakarta serta di kota lainnya.

Baca: BRTI: Sharing Jaringan Efektif Diterapkan di Area Non Komersil

"Mudik memang merupakan ritual rutin bagi masyarakat Indonesia yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman," kata Nashiruddin.

Nashiruddin mengutarakan jaringan operator telekomunikasi di Makassar dilakukan di titik-titik, yang diperkirakan menjadi kedatangan mudik. Ini seperti Bandara Sultan Hasanuddin untuk moda pesawat terbang, terminal bus regional Daya untuk angkutan darat dan pelabuhan laut Makassar untuk angkutan laut.

"Ada juga metode drive test semua jaringan operator untuk mengetahui kualitas layanan dan sinyal seluler di jalan utama Makassar."

Baca: Indonesia Berpotensi Garap Teknologi Telekomunikasi di Suriname

Nashiruddin mengatakan uji petik yang dilakukan menunjukkan hasil yang baik. Sehingga, jaringan telekomunikasi seluler di Makassar dinyatakan siap melayani arus mudik, lebaran dan arus balik tahun 2017.

Kendati demikian, lanjut Nashiruddin, operator seluler diminta untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan sinyal seluler khususnya jaringan mobile internet karena sangat dibutuhkan masyarakat.

"Untuk memastikan kesiapan fasilitas mudik, kita akan mengunjungi operator seluler dan telekomunikasi lainnya," ujar Nashiruddin.

Nashiruddin menambahkan pengecekan fasilitas termasuk pelayanan pelanggan dan call center. Karena itu diharapkan performa jaringan dapat terpantau dengan baik.

"Jadi kita berharap para operator telekomunikasi bisa melayani pelanggan khususnya dalam mengantisipasi pergerakan trafik arus mudik, hari raya dan balik lebaran.

Nashiruddin menjelaskan kegiatan ini rutin dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan operator dan antisipasi yang perlu dilakukan terkait adanya potensi peningkatan dan pergerakan trafik saat mudik.

Dan ini sudah dilakukan sepanjang Mei 2017, dan serentak di 10 kota di Indonesia seperti Jakarta, Batam serta Balikpapan, Bandung, Surabaya, Makassar, Padang dan Medan.

DIDIT HARIYADI

Jelang Lebaran, BRTI Gelar 4 Pengujian Jaringan Telekomunikasi

Jelang Lebaran, BRTI Gelar 4 Pengujian Jaringan Telekomunikasi

Ramadan, Makassar -- Badan Regulasi Telekomumikasi Indonesia (BRTI) akan melakukan empat hal dalam pengujian jaringan telekomunikasi seluler menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Pengujian jaringan telekomunikasi seluler ini seperti uji kualitas layanan telepon, uji kualitas layanan pesan pendek, uji kualitas layanan mobile internet dan uji kualitas cakupan mobilitas.

Baca: BRTI: Jaringan Seluler Siap Layani Arus Mudik dan Arus Balik

"Pengujian kesiapan jaringan operator telekomunikasi di Makassar dilakukan menggunakan metode static test," kata Komisioner BRTI, Muhammad Imam Nashiruddin, saat jumpa pers di Makassar, Senin 12 Juni 2017.

Menurut Nashiruddin, Makassar diperkirakan akan menjadi salah satu titik utama kedatangan mudik nasional. Karena cukup banyak masyarakat Makassar yang tinggal di Jakarta serta di kota lainnya.

Baca: BRTI: Sharing Jaringan Efektif Diterapkan di Area Non Komersil

"Mudik memang merupakan ritual rutin bagi masyarakat Indonesia yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman," kata Nashiruddin.

Nashiruddin mengutarakan jaringan operator telekomunikasi di Makassar dilakukan di titik-titik, yang diperkirakan menjadi kedatangan mudik. Ini seperti Bandara Sultan Hasanuddin untuk moda pesawat terbang, terminal bus regional Daya untuk angkutan darat dan pelabuhan laut Makassar untuk angkutan laut.

"Ada juga metode drive test semua jaringan operator untuk mengetahui kualitas layanan dan sinyal seluler di jalan utama Makassar."

Baca: Indonesia Berpotensi Garap Teknologi Telekomunikasi di Suriname

Nashiruddin mengatakan uji petik yang dilakukan menunjukkan hasil yang baik. Sehingga, jaringan telekomunikasi seluler di Makassar dinyatakan siap melayani arus mudik, lebaran dan arus balik tahun 2017.

Kendati demikian, lanjut Nashiruddin, operator seluler diminta untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan sinyal seluler khususnya jaringan mobile internet karena sangat dibutuhkan masyarakat.

"Untuk memastikan kesiapan fasilitas mudik, kita akan mengunjungi operator seluler dan telekomunikasi lainnya," ujar Nashiruddin.

Nashiruddin menambahkan pengecekan fasilitas termasuk pelayanan pelanggan dan call center. Karena itu diharapkan performa jaringan dapat terpantau dengan baik.

"Jadi kita berharap para operator telekomunikasi bisa melayani pelanggan khususnya dalam mengantisipasi pergerakan trafik arus mudik, hari raya dan balik lebaran.

Nashiruddin menjelaskan kegiatan ini rutin dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan operator dan antisipasi yang perlu dilakukan terkait adanya potensi peningkatan dan pergerakan trafik saat mudik.

Dan ini sudah dilakukan sepanjang Mei 2017, dan serentak di 10 kota di Indonesia seperti Jakarta, Batam serta Balikpapan, Bandung, Surabaya, Makassar, Padang dan Medan.

DIDIT HARIYADI

Menjelang Lebaran, 3 Kontainer Bawang Putih Dipasok ke Lumajang

Menjelang Lebaran, 3 Kontainer Bawang Putih Dipasok ke Lumajang

Ramadan, Lumajang - Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Agus Eko mengatakan tiga kontainer atau sekitar 87 ton bawang putih siap digelontorkan ke pasar-pasar di Kabupaten Lumajang menjelang Lebaran 2017. Pihak importir bawang putih di Lumajang, kata dia, melaporkan tentang pasokan bawang putih itu ke Dinas Perindustrian.

"Tiga kontainer masih di Tanjung Perak, pihak importirnya sudah melaporkan ke kami," kata Agus kepada Tempo, Minggu, 11 Juni 2017. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan importir bawang putih tersebut, "Mungkin bisa untuk operasi pasar."

Baca: Menjelang Lebaran 2017, Distribusi Daging di Solo Diawasi Ketat  

Bawang putih yang berkualitas bagus yang semula Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu, saat ini harganya masih tinggi. "Bawang putih impor asal Cina harganya masih diatas Rp 40 ribu per kilogram. Bawang putihnya kering," kata Agus.

Ia menambahkan, sebenarnya ketersediaan bawang putih masih banyak. "Tapi harganya memang yang tinggi kendati sudah ada kecenderungan untuk terus menurun," tuturnya.

Sementara itu, bawang kualitas standar, harganya Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu. Sedangkan bawang putih basah di bawah Rp 30 ribu. Adanya pasokan tiga kontainer bawang putih ke Lumajang, harganya diharapkan bisa turun menjadi Rp 30 ribu.

Bupati Lumajang, As'at meminta masyarakat tidak perlu panik. "Memang ada berapa komoditas yang diprediksi naik, seperti bawang putih. Kenyataannya tidak ada masalah, normal, hanya yang sudah terlanjur ambil barang dengan harga yang lalu sampai sekarang belum laku, dipertahankan harganya, karena tidak mau rugi," kata As'at kepada Tempo.

Baca: Lebaran 2017, Pertamina Gerojok BBM ke Sumatera Barat

Ia yakin dalam beberapa hari ke depan harga bawang putih akan kondusif lagi. "Kemungkinan bisa turun nanti, ada bawang putih impor yang masuk ke negeri kita, mungkin untuk mengendalikan harga karena belum bisa memenuhi secara keseluruhan kebutuhan bawang putih," kata dia.

Ia menyampaikan Lumajang akan mendapatkan jatah kiriman bawang putih tersebut menjelang Lebaran 2017. Hal ini, menurut dia, dilakukan untuk mencegah kekhawatiran masyarakat. "Masyarakat tidak usah panik, tidak usah takut kekurangan bawang putih. Tidak perlu juga belanja lebih banyak untuk menimbun kebutuhan hari raya, wajar-wajar sajalah, barang masih tersedia," ujarnya.

DAVID PRIYASIDHARTA